Langsung ke konten utama

Ulat

 


Sesekali emang perlu melihat segala sesuatu dan merenungkannya, pastinya dengan berpikir positif.

Saat berada di alam, apa pernah kau temui kupu-kupu yang terbang? Bukankah sudah jelas bahwa kupu-kupu itu awalnya hanya seekor ulat? Ulat yang berjalan dengan merayap menggunakan kaki-kaki kecilnya. Setelah berubah menjadi kupu-kupu, akhirnya ia bisa terbang tinggi.

Apa seinstan itu? Tidak, ia melewati proses metamorfosis terlebih dahulu. Yang pasti sudah kita tau tahapannya. Takdir memang susah tertulis, namun ikhtiar dan doa dapat mempermudah semua.

Jika ulat yang merangkak saja akhirnya bisa terbang tinggi, lantas mengapa kita masih bermalas-malasan hingga kini? Menganggap mustahil pada mimpi yang tinggi. Fokus saja pada apa yang ingin kita capai, kurangi ekspektasi tinggi dan terus maksimalkan usaha yang diiringi dengan doa. In syaa Allah, meratakan bumi saja Allah mudah, apalagi hanya untuk membuat kamu bahagia di atas bumi-Nya. Aku, kamu, mereka, dan kita semua.. Semangat terus ya.

-Suny Ayundha


Bogor, 19 Juni 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampai Layu

Sampai Layu Tertampar oleh embun pagi hari ini, menyadarkanku pada sebuah cerita amukan hati. Ada seseorang yang memiliki taman di belakang rumahnya. Ia suka melihat tanaman dan bunga-bunga terlihat indah di sana. Namun, ada satu tanaman bunga mawar yang layu, bahkan seperti tak ada gairah untuk tumbuh. Sejak saat itu, perhatiannya selalu beralih pada tanaman itu, setiap hari setiap pagi dan petang bahkan di siang haripun ia terus menyiram merawatnya dengan penuh kasih sayang. Dengan harapan ia bisa tumbuh besar dan berbunga indah. Namun, dari sisi sang pohon mawar. Ia sangat enggan untuk tumbuh apalagi berbunga seperti yang di harapkan pemiliknya. Sudah lebih dari sebulan lamanya tak ada perubahan apapun, yang ada hanya goresan luka di jari sang pemilik karena terkena duri sang mawar. Dan karena kelembutan dan kesabaran pemilik akhirnya sang mawar terketuk untuk kembali bangkit. Walau, ragu melanda sangat dahsyat. Nyatanya, ia sangat tahu, bahwa ia disukai saat ia indah, namun jika ia...

Tenggelam

  Posisiku terkalahkan Tenggelam dalam angan-angan Berlindung pada bayang-bayang Dalam luasnya lautan kenangan Diriku tolong lupakan Tentang semua yang tak perlu dihalukan Cukup sampai sini sudahkan Semua berakhir seakan-akan Janur kuning sudah terbentang -Suny Ayundha Bogor, 29 Okt 2020

Khawatir

Tubuhmu memang diam, namun pikiranmu terus berjalan. Memikirkan pertanyaan 'kenapa' dan 'bagaimana' Sebegitu sulitnya ya hidup di dunia? Sampai hampir lupa pada tujuan awal diciptakannya manusia. Padahal dunia ini hanya senda gurau, tipu daya yang sifatnya fana. Bukankah semua sudah tertakar dan tidak akan pernah tertukar? Lantas mengapa kita mengkhawatirkan masa depan yang belum ada dalam genggaman? Allah sudah tuliskan, dan pasti Allah wujudkan dalam takdirnya. Tugas kita hanya menjalankan dengan sebaik-baiknya dan tidak melupakan kewajiban kita sebagai hamba-Nya. Hamasah and keep istiqomah✨ Bogor, 26 November 2021