Langsung ke konten utama

Susah Suka? Biarin!

 


Diriku ketika mau menyimpan rasa sama seseorang.

Hati: Waah dia cakep, akhlak juga baik. Kamu gak akan nyesel suka sama dia. Lagi pula, bukankah cinta itu fitrah manusia? Biarkan saja selagi masih muda.
Pikiran: Sudahlah, jangan terlalu membesar-besarkan rasa yang mudah hilang. Pasrahkan hatimu kepada sang pemilik hati. Karena, jika dia ternyata tidak menyukaimu, kau hanya membuang-buang waktumu dan menyakitiku dan hatimu! Sedangkan, jika dia juga menyukaimu, dan ternyata di sekelilingmu banyak yang menyukainya, itu hanya akan membuatmu menyesal karena sudah menyakiti hati banyak orang. Kau memang masih muda, justru ini saatnya kamu menjadi, bukan mencari. Fokuskan saja pada perbaikan, dan terus jaga hatimu! Karena katanya, yang menjaga hanya untuk yang terjaga.
In syaa Allah, Allah mudahkan😊Jangan terlalu mendengarkan kata hati, karena bisa saja itu bukan kata hati, tapi bisikan setan yang kau turuti!

Cari aman aja ok?

-Suny Ayundha


Bogor, 29 Okt 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampai Layu

Sampai Layu Tertampar oleh embun pagi hari ini, menyadarkanku pada sebuah cerita amukan hati. Ada seseorang yang memiliki taman di belakang rumahnya. Ia suka melihat tanaman dan bunga-bunga terlihat indah di sana. Namun, ada satu tanaman bunga mawar yang layu, bahkan seperti tak ada gairah untuk tumbuh. Sejak saat itu, perhatiannya selalu beralih pada tanaman itu, setiap hari setiap pagi dan petang bahkan di siang haripun ia terus menyiram merawatnya dengan penuh kasih sayang. Dengan harapan ia bisa tumbuh besar dan berbunga indah. Namun, dari sisi sang pohon mawar. Ia sangat enggan untuk tumbuh apalagi berbunga seperti yang di harapkan pemiliknya. Sudah lebih dari sebulan lamanya tak ada perubahan apapun, yang ada hanya goresan luka di jari sang pemilik karena terkena duri sang mawar. Dan karena kelembutan dan kesabaran pemilik akhirnya sang mawar terketuk untuk kembali bangkit. Walau, ragu melanda sangat dahsyat. Nyatanya, ia sangat tahu, bahwa ia disukai saat ia indah, namun jika ia...

Tenggelam

  Posisiku terkalahkan Tenggelam dalam angan-angan Berlindung pada bayang-bayang Dalam luasnya lautan kenangan Diriku tolong lupakan Tentang semua yang tak perlu dihalukan Cukup sampai sini sudahkan Semua berakhir seakan-akan Janur kuning sudah terbentang -Suny Ayundha Bogor, 29 Okt 2020

Khawatir

Tubuhmu memang diam, namun pikiranmu terus berjalan. Memikirkan pertanyaan 'kenapa' dan 'bagaimana' Sebegitu sulitnya ya hidup di dunia? Sampai hampir lupa pada tujuan awal diciptakannya manusia. Padahal dunia ini hanya senda gurau, tipu daya yang sifatnya fana. Bukankah semua sudah tertakar dan tidak akan pernah tertukar? Lantas mengapa kita mengkhawatirkan masa depan yang belum ada dalam genggaman? Allah sudah tuliskan, dan pasti Allah wujudkan dalam takdirnya. Tugas kita hanya menjalankan dengan sebaik-baiknya dan tidak melupakan kewajiban kita sebagai hamba-Nya. Hamasah and keep istiqomah✨ Bogor, 26 November 2021